Home chevron_right cangkrukan

Hari Pertama Puasa Ramadan 1446 H, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Dipadati Jemaah

Hari pertama Ramadan 1446 H bertepat di Sabtu, (1/3) Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta dipenuhi ribuan jemaah untuk melaksanakan buka puasa. Buka puasa kali ini dipadati jemaah karena bersamaan dengan hari libur di akhir pekan.

Dalam pantauan Rambak.co, jemaah mulai berdatangan memadati serambi masjid pukul 17.00 WIB. Beberapa datang lebih awal sembari menikmati keindahan tempat Masjid Raya Sheikh Zayed. Beberapa kantong parkir di sekitar masjid juga tampak penuh dipadati kendaraan jemaah.

Seperti halnya buka bersama yang telah terlaksana pada Ramadan sebelumnya pembagian tempat buka bersama antara jamaah perempuan dan laki-laki dibagi rapi dan tertib. Jemaah perempuan berada di bagian utara dan timur masjid. Sedangkan jemaah laki-laki menempati area selasar masjid.

Baca Juga (Kapitalisasi Agama: Penggunaan Nilai Agama untuk Keuntungan Komersial)

Begitu para jemaah selesai duduk rapi sesuai arahan petugas yang bekerja para volunter buka puasa Masjid Raya Sheikh Zayed segera mendistribusikan makanan dan minuman. Adapun menu yang diberikan berupa nasi kotak bermenukan ayam bakar dan juga beberapa varian takjil yang bisa diambil pasca buka bersama.

Ketertiban para jemaah saat antri pembagian takjil di areal selasar masjid, Rambak.co/ Arsip

Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, mengatakan pada Ramadan kali ini total menyediakan 14.000-20.000 porsi makanan untuk berbuka puasa gratis. Hal ini disiapkan menimbang antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin ikut berbuka di masjid setempat pada setiap tahunnya.

“Jumlah tersebut juga tidak paten dalam arti akan menyesuaikan kondisi cuaca, jadi kisaran per harinya 14.000 hingga 20.000 porsi baik makanan ringan dan berat. Kami pastikan tidak akan kurang untuk jemaah,” jelasnya.

Seraya menunggu waktu berbuka, jemaah diajak mengaji Juz Ama bersama para imam masjid. Tidak hanya buka puasa pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed pada Ramadan tahun ini pihaknya kembali menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik selama bulan puasa berlangsung.

Baca Juga (Kata Menag: Beragama itu Harus Fanatik. Bagaimana Sebenarnya Makna Fanatik?)

Pada sore hari, menjelang waktu berbuka akan ada berbagai kegiatan mulai dari kajian hingga penampilan seni-budaya seperti pertunjukan dalang cilik, gambus, rebana, tari saman, tari sufi, silat, dan sebagainya.

“Setiap hari akan ada berbagai kegiatan. Dan selama Ramadhan ini masjid akan buka dari pukul 03.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Selama itu akan ada berbagai kegiatan menarik lainnya,” beber dia.

Disisi lain peserta Jemaah asal Ngemplak Boyolali Anwar Iza 20, mengungkapkan rasa kegembiraanya ketika pertama kali mengikuti buka puasa di  Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Dia mengaku terkesan dengan bangunan masjid yang indah serta ribuan jemaah yang hadir buka puasa bersama.

”Pertama kali saya melihat luar biasa megah dan indah banguan masjid ini sesuai dengan apa yang saya lihat di sosial media. Saya juga kaget ternyata banyak sekali orang yang datang mengikuti buka bersama ini” beber dia.

Terkait

Terkini

Kebocoran Seratus Lima Puluh Miliar Dolar

Kebocoran Seratus Lima Puluh Miliar Dolar

Gembong mencengkeram tabung titanium itu erat-erat hingga buku jarinya memutih. "Mereka ingin bermain api di atas lumbung padi yang sedang kering. Kalau begitu, kita beri mereka api yang sebenarnya."
13 Juni 2026, 13:49
BEM Solo Raya Gelar Unjuk Rasa, Tunjuk MBG dan Putri Cempo

BEM Solo Raya Gelar Unjuk Rasa, Tunjuk MBG dan Putri Cempo

Di sela-sela orasi, ketika klakson kendaraan-kendaraan yang melintas menyalak panjang—sebuah koor protes dari para pengguna jalan yang lelah—terasa ada semacam sihir yang menyatukan mereka semua. Jalan Adi Sucipto akhirnya ditutup, bukan oleh keinginan mahasiswa, melainkan oleh ketakutan penguasa akan kerumunan yang mulai memadat seperti awan hitam sebelum hujan badai.
12 Juni 2026, 23:06
Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Sukar untuk tidak sepakat bahwa sepakbola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan ditonton umat manusia di muka bumi. Namun, tentunya, sepakbola bukanlah semata-mata permainan fisik. Olahraga itu menjelma arena tempat identitas dibentuk, dipertandingkan, dan diwariskan. Gary Armstrong dan Richard Giulianotti berujar bahwa "the game of football has a rich global history," dan telah menjadi prisma untuk menyaksikan dan berinteraksi dengan beraneka identitas dan budaya dari seantero dunia.
7 Juni 2026, 10:47