Home chevron_right maneka

Warga Sangkrah Solo Kini Punya Fasilitas MCK Umum Layak

SOLO – Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum yang berada di kawasan RT 02/RW 09, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, kini kembali bersih dan nyaman. Kepastian ini didapat setelah para Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya turun tangan membenahi fasilitas publik yang sebelumnya rusak dan tidak layak pakai tersebut pada Senin (15/6/2026) pagi.

Aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Kerja (Latja) para calon perwira Polri di wilayah hukum Polresta Solo. Tak sekadar melakukan renovasi fisik pada bangunan MCK, para taruna juga menyerahkan bantuan berupa tandon air. Fasilitas penampungan ini diharapkan mampu membantu warga Sangkrah menyimpan cadangan air bersih, terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan atau ketika pasokan air bersih mengalami gangguan.

Salah seorang Taruna Akpol Angkatan 60, Abrigtar Fasya Fernanda Islamy Simanjuntak, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian kepolisian sekaligus sarana pembelajaran penting bagi para taruna. Melalui interaksi langsung, mereka dilatih untuk lebih peka dan memahami dinamika kehidupan masyarakat di lapangan.

“Berbagi bagi taruna Akpol adalah menanamkan empati, membangun solidaritas, dan melatih jiwa kepemimpinan yang melayani,” ujar Fasya di sela-sela kegiatan. Menurutnya, pemahaman mengenai realitas sosial ini sangat krusial agar kelak saat lulus, mereka bisa menjadi perwira Polri yang humanis, responsif, dan dekat dengan rakyat.

Senada dengan hal tersebut, Komandan Kelompok Taruna Akpol Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya, Cheva Ahmad Tridarto, menegaskan kehadiran para taruna di Solo tidak hanya fokus pada teori tugas kepolisian. Mereka berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh warga setempat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa membantu dan bermanfaat bagi warga di sini,” kata Cheva.

Langkah taktis para taruna Akpol ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kelurahan Sangkrah. Lurah Sangkrah, Prima Marga Muktitama, menyatakan bahwa perbaikan MCK serta pengadaan tandon air merupakan jenis bantuan yang sangat krusial karena menyentuh kebutuhan dasar sanitasi warga sehari-hari.

Sebelumnya, kondisi MCK umum di RT 02 tersebut dinilai memprihatinkan karena beberapa sudut bangunan mengalami kerusakan parah, sehingga kurang mendukung kenyamanan dan kesehatan warga yang menggunakannya untuk membasuh diri. Setelah disentuh program renovasi, fasilitas sanitasi itu kini tampak jauh lebih higienis, aman, dan siap dioperasikan kembali secara optimal.

“Fasilitas ini berkaitan dengan kebutuhan dasar warga sehari-hari. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti ini bisa menginspirasi generasi muda lainnya,” pungkas Prima.

 

Terkait

Terkini

Kebocoran Seratus Lima Puluh Miliar Dolar

Kebocoran Seratus Lima Puluh Miliar Dolar

Gembong mencengkeram tabung titanium itu erat-erat hingga buku jarinya memutih. "Mereka ingin bermain api di atas lumbung padi yang sedang kering. Kalau begitu, kita beri mereka api yang sebenarnya."
13 Juni 2026, 13:49
BEM Solo Raya Gelar Unjuk Rasa, Tunjuk MBG dan Putri Cempo

BEM Solo Raya Gelar Unjuk Rasa, Tunjuk MBG dan Putri Cempo

Di sela-sela orasi, ketika klakson kendaraan-kendaraan yang melintas menyalak panjang—sebuah koor protes dari para pengguna jalan yang lelah—terasa ada semacam sihir yang menyatukan mereka semua. Jalan Adi Sucipto akhirnya ditutup, bukan oleh keinginan mahasiswa, melainkan oleh ketakutan penguasa akan kerumunan yang mulai memadat seperti awan hitam sebelum hujan badai.
12 Juni 2026, 23:06
Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Sukar untuk tidak sepakat bahwa sepakbola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan ditonton umat manusia di muka bumi. Namun, tentunya, sepakbola bukanlah semata-mata permainan fisik. Olahraga itu menjelma arena tempat identitas dibentuk, dipertandingkan, dan diwariskan. Gary Armstrong dan Richard Giulianotti berujar bahwa "the game of football has a rich global history," dan telah menjadi prisma untuk menyaksikan dan berinteraksi dengan beraneka identitas dan budaya dari seantero dunia.
7 Juni 2026, 10:47