Home chevron_right maneka

Bupati Pati: Sudewo Dari Kursi Empuk ke Kursi Panas, dan Kini Mungkin Kursi Kosong

Kalau politik itu drama, Bupati Pati Sudewo sedang ada di episode klimaks. Semua pemeran pendukung—bahkan produser utamanya, Gerindra—tiba-tiba kompak pindah kubu. Dari PDIP, PPP, PKB, PKS, Demokrat, sampai Golkar, semuanya kini mendukung spin-off terbaru DPRD: Hak Angket — Sebuah Usaha Mencopot Sang Bupati.

Rambak.co, PATI — Kalau politik itu drama, Bupati Pati Sudewo sedang ada di episode klimaks. Semua pemeran pendukung—bahkan produser utamanya, Gerindra—tiba-tiba kompak pindah kubu. Dari PDIP, PPP, PKB, PKS, Demokrat, sampai Golkar, semuanya kini mendukung spin-off terbaru DPRD: Hak Angket — Sebuah Usaha Mencopot Sang Bupati.

Padahal dulu, Sudewo naik ke kursi bupati layaknya film laga dengan ending bahagia: partai pengusung setia, dukungan politik tebal, dan kursi empuk. Tapi rupanya, season 2 menghadirkan plot twist: Gerindra ikut tepuk tangan saat layar menampilkan teks “Panitia Khusus Pemakzulan akan segera dimulai.”

Pemicunya? Kenaikan PBB-P2 yang bikin rakyat kaget sampai ingin ngetes tensi. Naik hingga 250 persen, pajak ini sukses mempersatukan warga, tukang ojek, emak-emak, mahasiswa, sampai pedagang cilok dalam satu demo besar-besaran. Kericuhan di depan kantor bupati dan DPRD jadi tontonan gratis—walau sayangnya, popcorn tidak disediakan.

Sudewo sendiri tetap cool. Ia bilang menghormati hak angket, tapi menegaskan, “Saya dipilih secara konstitusional.” Ya, seperti orang yang bilang tidak akan meninggalkan rumahnya meski kontraknya sudah mau habis dan listriknya mulai diputus.

Kini, tinggal menunggu episode pamungkas: apakah Sudewo akan turun dengan gaya slow motion penuh hormat, atau harus keluar dengan soundtrack “Pak, waktunya angkat kaki…”

Terkait

Terkini

Kebocoran Seratus Lima Puluh Miliar Dolar

Kebocoran Seratus Lima Puluh Miliar Dolar

Gembong mencengkeram tabung titanium itu erat-erat hingga buku jarinya memutih. "Mereka ingin bermain api di atas lumbung padi yang sedang kering. Kalau begitu, kita beri mereka api yang sebenarnya."
13 Juni 2026, 13:49
BEM Solo Raya Gelar Unjuk Rasa, Tunjuk MBG dan Putri Cempo

BEM Solo Raya Gelar Unjuk Rasa, Tunjuk MBG dan Putri Cempo

Di sela-sela orasi, ketika klakson kendaraan-kendaraan yang melintas menyalak panjang—sebuah koor protes dari para pengguna jalan yang lelah—terasa ada semacam sihir yang menyatukan mereka semua. Jalan Adi Sucipto akhirnya ditutup, bukan oleh keinginan mahasiswa, melainkan oleh ketakutan penguasa akan kerumunan yang mulai memadat seperti awan hitam sebelum hujan badai.
12 Juni 2026, 23:06
Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Sukar untuk tidak sepakat bahwa sepakbola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan ditonton umat manusia di muka bumi. Namun, tentunya, sepakbola bukanlah semata-mata permainan fisik. Olahraga itu menjelma arena tempat identitas dibentuk, dipertandingkan, dan diwariskan. Gary Armstrong dan Richard Giulianotti berujar bahwa "the game of football has a rich global history," dan telah menjadi prisma untuk menyaksikan dan berinteraksi dengan beraneka identitas dan budaya dari seantero dunia.
7 Juni 2026, 10:47