makna

Ilustrasi Gambar: Wikiart, The Yellow Scale, Frantisek Kupka, 1907)

Cerpen Bersambung: Sabda Bumi Nusantara

Presiden Satrio melangkah ke depan mimbar. Langkah kakinya berat, berwibawa, mencerminkan watak seorang lelaki yang tumbuh dari tanah berdebu, bukan dari karpet merah akademis Barat. Ketika ia mendongak, tatapan matanya menyapu seluruh ruangan dengan dingin. Keheningan mendadak jatuh, mencekam dan mutlak. Bahkan desis mikrofon pun terdengar seolah mengancam.

Saksi Ahli Demo Agustus 2025, Mereka Bukan Perusuh dan Penghasut!

Saksi Ahli Demo Agustus 2025, Mereka Bukan Perusuh dan Penghasut!

Sidang lanjutan Demo Agustus 2025 kembali digelar. Kali ini pihak penggugat mengundang beberapa saksi ahli, antara lain St. Sunardi selaku ahli Semiotika Sosial, Prof. Masduki ahli Komunikasi Digital dan Dr. Herlambang P. Wiratraman selaku ahli Hukum dan Hak Asasi Manusia di Pengadilan Negeri Surakarta pada Rabu (04/03/2026).
5 Maret 2026, 02:27
Kota dan Memori

Kota dan Memori

Di bawah bayang ketakutan itu, saya terus melaju. Pepohonan rimbun di pinggir jalan bergoyang terkena angin, sawah terhampar, dan ladang yang luas menemani saya. Sesekali, saya masih berpapasan dengan pengguna kendaraan lain dan beberapa sudut terdapat warga yang berkumpul.
7 Februari 2026, 17:50
Kota dan Sains

Kota dan Sains

Jangan lekas melekatkan berbagai sematan buruk pada “Polisi” atas kasus tuduhan memakai spons pada Pak Suderajat di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebab, ini sebenarnya menjadi capaian bagaimana “Polisi” memiliki gairah dalam sains. Mengapa saya bisa mengatakan seperti ini? Sejak peristiwa yang akhirnya berujung permintaan maaf dengan dasar secara ilmiah tuduhan itu tidak terbukti, di sekian pemberitaan kita menemukan kontestasi wacana dan bahasa yang mengandung istilah ilmiah dari keberadaan polisi.
29 Januari 2026, 19:10
Kota dan Pendidikan

Kota dan Pendidikan

Saya dan bersama teman-teman tentu saja menjawab, kalau keinginan ada. Akan tetapi, ada masalah yang mendesak, sebagaimana diungkapkan saya dan beberapa teman, bahwa untuk biaya itu yang menjadi masalah. Saya masih ingat saat mengajak bicara pada orang tua untuk mengutarakan keinginan lanjut kuliah pasca-SMA di awal saya menapaki kelas XII. Orang tua saya agak pesimis dan hanya mengutarakan keberatan, utamanya gambaran biaya yang perlu ditanggung. Mereka menginginkan saya langsung bekerja.
20 Januari 2026, 18:52

Kota dan Makan

Saya makin takut dengan urusan makan sejauh hidup di kota. Setidaknya berdasarkan pada satu hal: saya makin kehilangan pengetahuan lokal yang diajarkan oleh keluarga saya sejak kecil. Pada aras itu, misalkan terkait penghargaan terhadap makanan. Banyak anggota keluarga saya dulu membenihkan pengetahuan agar makanan tak disisakan pada piring, dengan cerita bahwa makanan itu akan menangis. Gagasan itu rupanya untuk mengantarkan pada bagaimana proses penghadiran makanan itu rumit.
11 Januari 2026, 22:35
Menimbang Kembali Pilkada: Efisiensi Tata Kelola Tidak Boleh Mengorbankan Konstitusi

Menimbang Kembali Pilkada: Efisiensi Tata Kelola Tidak Boleh Mengorbankan Konstitusi

Gagasan menimbang ulang mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan alasan efisiensi tata kelola pemerintahan tampak rasional di tengah tekanan fiskal dan kompleksitas birokrasi. Namun, jika ditelaah lebih dalam, wacana tersebut menyimpan risiko serius: menggeser demokrasi lokal dari prinsip konstitusional menjadi sekadar persoalan teknokratis-administratif
3 Januari 2026, 19:17
Pandai Betul Pejabat Kita Main-main Bahasa

Pandai Betul Pejabat Kita Main-main Bahasa

Seturut dengan itu, ada presiden Prabowo Subianto. Bahasa pidato presiden tak jauh beda dengan ucapan Tito Karnavian sebelumnya. Potongan video presiden menyampaikan pesan-pesan melalui corong microphone ini bisa disimak di unggahan instagram resmi @narasinewsroom. Saat menengok posko pengungsian di Langkat, Sumatera Utara pada Sabtu, 13 Desember 2025, prabowo Subianto berpidato dengan bergelimang kata akan dan nanti.
25 Desember 2025, 13:03
Kota dan Waktu

Kota dan Waktu

Apakah itu benar? Sebagai sebuah teori, itu hanya kemungkinan. Sains tidak bekerja pada wilayah benar atau tidak, melainkan pada upaya untuk terus menggambarkan sebuah realitas dengan modal utama atas apa yang dinamakan dengan metodologi ilmiah. Menarik untuk menyusupkan bagaimana fenomena yang terjadi di ruang urban. Bahwa betapapun waktu itu paradoks. Keberadaannya bisa merentangkan masa lalu, namun keberadaannya pula yang mengharuskan bertaruh di masa depan dan bisa jadi berupa sebuah akhir.
25 Desember 2025, 12:32
Kota dan Perempuan

Kota dan Perempuan

Kita boleh dan bahkan harus mendebat, sekalipun ada kata “ibu” yang melekat pada kota, belum memberi jaminan akan kelompok perempuan. Malah bisa jadi itu tak lepas dari politik bahasa yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Ini akan mengesahkan bagaimana kata “ibu” yang melekat akan kebermaknaan pada bumi dan gagasan ekologi dengan masyhurnya, namun saat mengacu kerusakan lingkungan hidup, menipisnya hutan, dan makin menghilangnya keanekaragaman hayati, betapa makna itu makin dikaburkan
20 Desember 2025, 08:34
Menilik Realitas Bali dari Gim GTA San Andreas

Menilik Realitas Bali dari Gim GTA San Andreas

Jika Los Santos adalah Denpasar hari ini, maka gesekan tiga warna : hijau, ungu, dan kuning akan menjadi bukan sekadar warisan nostalgia Grand Theft Auto: San Andreas, melainkan cermin realitas Bali yang sedang memanas. Hijau, sebagai tuan rumah rakyat Bali, menghadapi tekanan mempertahankan ruang hidup dan tradisi leluhur.
18 Desember 2025, 09:54
Kota dan Kesepian

Kota dan Kesepian

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku/ Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta//. Dua larik itu adalah bagian awal dari puisi berjudul “Kangen” gubahan W. S. Rendra. Dulu, apakah saat menuliskan kata demi kata itu, W. S. Rendra terbayangi kesedihan yang tiada terkira terhadap sesuatu hal? Dan ia kemudian benar-benar meletakkan kata “kesepian” sebagai kumpulan gejolak yang membuat pening kepala.
13 Desember 2025, 19:04
Membaca Ulang Muhammadiyah Dahulu, Kini dan Esok

Membaca Ulang Muhammadiyah Dahulu, Kini dan Esok

Saat ini Muhammadiyah sekarang sibuk sekali berkelindan dengan dunia bisnis dan ekonomi praktis mengusung (industrilisasi) ditambah dengan politik partisan (berhati-hatilah) karena politik silih berganti (come and go) tentu aka nada tarik menarik kepentigan yang kuat baik internal maupun ekternal maka secukupnya saja, dalam hal ini Muhammadiyah sebaiknya memainkan peranan politik nilai (value), politik alokatif, hight politik, dengan tarjamah dari gaya Dien Syamsuddin, gaya Buya Syafii Maarif Hatta, gaya Amien Rais, terlebih ketum kita saat ini Buya Haedar Nashir yang penuh kehati-hatian.
9 Desember 2025, 09:13
Kota dan Altruisme

Kota dan Altruisme

Kisah dari film Pangku memang tidak merepresentasikan latar tempat dengan lanskap kota maupun urban. Latar film itu lebih identik berada pada pinggiran, dengan masih terdapat corak pedesaan (rural). Namun, situasi yang dialami oleh Sartika yang memutuskan berpindah tempat dari asal, untuk mencari penghidupan yang lebih baik kiranya memiliki satu garis kongruen dengan fenomena urban.
23 November 2025, 08:18